}
VISI: TERWUJUDNYA MASYARAKAT KABUN MANDIRI, DINAMIS DAN SEJAHTERA, GUNA MENUJU VISI ROKAN HULU 2016. MISI : MENCIPTAKAN APARAT PEMERINTAH DESA YANG BAIK, BERSIH, BERWIBAWA, PROFESIONAL DAN ASPIRATIF. MEMELIHARA KONDISI SOSIAL POLITIK DAN KAMTIBMAS YANG KONDUSIF. MEMPERKUAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN SERTA PENGGUNAAN ANGGARAN YANG PRO PUBLIK. MENGEDEPANKAN NILAI-NILAI AGAMA DAN BUDAYA DAERAH DALAM AKTIFITAS PEMBANGUNAN. MENGEMBANGKAN DAN MEMPERKUAT LEMBAGA KEUANGAN DESA UNTUK MENDUKUNG USAHA PEREKONOMIAN MASYARAKAT.

Senin, 31 Desember 2012

Kabun Berdzikir


Kabun: adalah desa kabun kecamatan kabun kabupaten rokan hulu mengadakan acara takhimul qur'an, istighosah, dan ceramah agama yang di adakan di masjid al-mu'awwanah kabun , adapun acara tersebut dilaksanakan berdasarkan atas instruksi dari bupati Rokan Hulu Bapak Drs. H.Ahmad, M.S.i ujar Camat Kabun H.T. Herman Lopi, acara tersebut di mulai dari mengkhatamkan alquran 30 Juz dilanjutkan dengan Istighosah bersama yang di pimpin oleh K. M.Hasyim dan dilanjutkan ceramah agama oleh Ustadz H. Masriadi, Lc, M.A dari pekanbaru.

 Dalam ceramah agama diawali dengan membaca kalam ilahi oleh Ust. Zulfan kemudian ada arahan dari Camat Kabun, acara ini tabligh akbar ini diselanggarakan atas instruksi langsung dari bapak bupati rokan hulu dengan tujuan menghimpun kaum muslimin muslimat yang berada di desa kabun , agar tidak melaksanakan tahun baru dengan hura-hura ataupun dengan hiburan lain, karena perayaan tahun baru adalah pengaruh dari kebudayaan dunia barat , kemudian camat melanjutkan arahannya , masyarakat berserta pejabat pemerintah desa dan kecamatan agar saling bekerja sama dalam pengurusan pemerintahan, kompak dan saling tolong menolong.

Adalah acara tersebut juga dihadiri oleh kepala desa Kabun Bapak Mohamad Aidi, S.H , Tokoh-tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama , dan juga di hadiri oleh kepala desa Aliantan , serta pengasuh pondok pesantren Darussalam Saran Kabun Abuya Alaidin Athory, Lc. dan kemudian dilanjutkan ceramah agama oleh ustadz Masriadi, Lc, M.A yang di datangkan dari pekanbaru.

Adapaun Isi-isi ceramah yang disampaikan oleh al ustadz adalah sejarah dari tajun baru tersbut bahwa
Sejak Abad ke-7 SM bangsa Romawi kuno telah memiliki kalender tradisional. Namun kalender ini sangat kacau dan mengalami beberapa kali perubahan. Sistem kalendar ini dibuat berdasarkan pengamatan terhadap munculnya bulan dan matahari, dan menempatkan bulan Martius (Maret) sebagai awal tahunnya.
Pada tahun 45 SM Kaisar Julius Caesar mengganti kalender tradisional ini dengan Kalender Julian. Urutan bulan menjadi: 1) Januarius, 2) Februarius, 3) Martius, 4) Aprilis, 5) Maius, 6) Iunius, 7) Quintilis, 8) Sextilis, 9) September, 10) October, 11) November, 12) December. Di tahun 44 SM, Julius Caesar mengubah nama bulan “Quintilis” dengan namanya, yaitu “Julius” (Juli).
Sementara pengganti Julius Caesar, yaitu Kaisar Augustus, mengganti nama bulan “Sextilis” dengan nama bulan “Agustus”. Sehingga setelah Junius, masuk Julius, kemudian Agustus. Kalender Julian ini kemudian digunakan secara resmi di seluruh Eropa hingga tahun 1582 M ketika muncul Kalender Gregorian.